Malang, 13 November 2025 — Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (SPs UM), menggelar kuliah praktisi dalam mata kuliah Pendidikan Inklusi pada Kamis, 13 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan Efendi Nur Slamet, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ngadilangkung Kabupaten Malang, sebagai narasumber utama dengan topik: “Praktik dan Problematika Pendidikan Inklusi di SDN 2 Ngadilangkung.”

Efendi Nur Slamet merupakan pendidik berpengalaman yang telah mengabdi sebagai guru sejak tahun 2004 hingga 2023, sebelum ditunjuk menjadi Kepala Sekolah pada 2023. Ia juga merupakan Guru Penggerak Angkatan 5 (2022) dan alumni Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang (2022)—sebuah latar belakang yang memperkaya perspektifnya dalam memimpin transformasi pendidikan di sekolahnya.

Dalam kuliahnya, Efendi membagikan pengalaman langsung dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi di SDN 2 Ngadilangkung—sekolah yang menerima siswa dengan beragam kebutuhan khusus, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti tunarungu, tunagrahita ringan, dan kesulitan belajar spesifik. Ia menjelaskan berbagai praktik adaptif yang diterapkan, seperti modifikasi kurikulum, kolaborasi dengan orang tua dan terapis, pelatihan guru, serta penciptaan lingkungan kelas yang ramah inklusi.

Namun, ia juga terbuka mengenai tantangan nyata yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya tenaga pendamping khusus, kurangnya pemahaman masyarakat, serta beban kerja guru yang meningkat tanpa dukungan sistem yang memadai.

“Pendidikan inklusi bukan hanya soal menerima anak berkebutuhan khusus di kelas reguler, tapi memastikan mereka benar-benar belajar, berkembang, dan merasa dihargai. Ini membutuhkan komitmen kolektif—dari sekolah, pemerintah, hingga masyarakat,” tegas Efendi.

Kuliah ini memicu diskusi mendalam di kalangan mahasiswa, terutama mengenai strategi advokasi kebijakan sekolah inklusi, peran kepemimpinan kepala sekolah, serta inovasi pembelajaran berdiferensiasi dalam kelas heterogen.

“Kami sengaja menghadirkan praktisi seperti Pak Efendi yang hidup di tengah realitas pendidikan inklusi sehari-hari. Ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep ideal, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas di lapangan,” ujar dosen pengampu mata kuliah.


Tentang Program Studi Magister Pendidikan Dasar SPs UM
Program Studi Magister Pendidikan Dasar di Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang berkomitmen membentuk pemimpin pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada keadilan sosial dalam layanan pendidikan dasar.

Kontak Media:
[TNusantara-2025]